Hari Kartini bersama Rara dan Rere

Standard

Assalamu’alaikum Wr. Wb pembaca setia, 🙂

Alhamdulillah setelah vakum berbulan bulan lamanya, akhirnya saya bisa menulis lagi di blog kesayangan saya ini. Banyak cerita yang ingin dibagi, dari a sampai z, dari achmad ravy surya gumilang, aisha khaira salmadiena sampai aisha qaireena salmadiena. Bagi saya, hidup adalah sebuah perjalanan yang memiliki cerita dan kisah di setiap waktunya. Cerita cerita yang tercipta hari ini akan menjadi sebuah memori indah di masanya nanti. Yaa seperti halnya saya menulis malam ini, sadar bahwa saya harus mengajarkan gemar membaca dan menulis kepada ketiga buah hati saya, maka hari ini akan saya jadikan momentum yang tepat untuk kemajuan, pola pikir dan wawasan ketiga buah hati saya. Ijinkan saya untuk mengajak mereka cinta menulis dan cinta membaca melalui cara saya yang paling sederhana.
Kisah manis yang akan saya bagi disini adalah kehebohan saya sebagai mama tiga anak dalam menyiapkan kostum untuk peringatan hari Kartini 2016 ini. Seperti biasanya, penyakit saya kambuh, mengerjakan sesuatu di menit menit terakhir. Nah, setelah beberapa hari berkutat dengan pekerjaan di sekolah, saya pun agak sedikit menyepelekan kostum yang akan dipakai oleh kedua putri saya. Mengamati wali murid heboh mempersiapkan kostum putra putrinya, saya jadi tersadar, lhaaa … besok anakku mau pakai baju apa?? Padahal acara sudah H-1, sepulang sekolah saya berniat fokus hunting kostum. Setelah berputar putar dan berkeliling masih belum menemukan kostum yang cocok, hal ini dikarenakan saya harus menyewa tiga baju sekaligus dengan size yang selisih sedikit. Kostum kostum yang tersisa tidak sedap dipandang mata. Harga yang ditawarkan pun lumayan mahal. Akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pasar Gresik untuk membeli baju kebaya anak.
Beberapa toko menawarkan baju kebaya anak dengan harga yang cukup fantastis. Ya, mereka mengambil untung dari acara peringatan hari Kartini. Bagi saya sih sah sah saja, tapi labanya itu lho kok seperti mendaki gunung tertinggi saja. Karena sadar waktu semakin mepet dengan jam kerja toko di pasar saya pun mempercepat langkah. Ada satu toko yang menawarkan harga cukup manusiawi tapi barangnya “kesingsal” ada di dalam tumpuka  baju baju adat anak SD. Saya pun mundur teratur dan mencari di tempat lainnya.
Bahkan di salah satu toko, harga yang ditawarkan tidak hanya fantastis tapi cukup mengezutkan karena lebih heboh lagi dengan barang yang sama kualitas di toko yang berharga fantastis. Mendengar nominal yang disebutkan oleh penjual saja sudah cukup membuat saya tidak berani membuka mulut. Memberikan penawaran pun tidak terpikirkan, hehe…
Saya lanjutkan perjalanan ke toko terakhir yang saya temui dengan niatan apabila di toko ini tidak ada maka saya akan pulang saja dan anak anak akan saya sewakan baju profesi. Alhamdulillah, mungkin sudah berjodoh dengan toko ini, tiga kebaya anak pun saya peroleh dengan harga yang manusiawi. Senang sekali hati saya, sambil menuju toko aksesoris untuk melengkapi kebutuhan sanggul dan pernak pernik yang akan mempercantik mereka.
Ya setelah berjuang cukup keras, saya sangat puas dengan perolehan hari ini. Yang dibutuhkan selanjutnya adalah menjaga mood kedua anak gadis saya yang cantik cantik ini. Mood mereka bisa hilang dalam sekejap apabila ada sesuatu hal yang tidak nyaman menurut mereka berdua. Benar benar team yang hebat mereka ini.
Keesokan harinya, tibalah saat dimana saya harus segera mengerjakan segala sesuatu dengan cepat. Dan alhamdulillah mood mbak Rara baik sekali, mandi oke, berpakaian oke, bersanggul ala ala mama dian pun lancar, berbedak tipis dan memakai eye shadow ala ala saya plus lipstik pun alhamdulillah beres. Sedangkan mood adik Rere yang cukup membuat heboh. Tanpa berganti kebaya segera kedua anak ini saya bawa ke sekolah. Alhamdulillah adik Rere mau berganti kebaya meski tanpa bedak hehehe, lucu dan menggemaskan.
Photo shoot time ini membuat saya dag dig dug karena mood mbak Rara sudah tinggal 50%, akhirnya kami bertiga berfoto secepat kilat tanpa pasang pose yang keren atau nampak tertata di foto yang tercetak nanti, tapi tidak apa apa asalkan kami bisa berada dalam satu frame.
Dan… satu, dua, tiga cekrekk
Ini dia kehebohan kami di hari Kartini tahun ini

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s